BELAJAR BERKELUARGA LEWAT OUT BOUND
Ridho Out Bound adalah
komunitas para pemuda Indonesia yang mempunyai kekereativan yang bergam. Dari
memberikan memberikan permainan, pengarahan maupun pendidikan.
Itu
terbukti saat Ridho Out Bound mengisi acara gelar Relawan BPBD Kabupaten
Probolinggo 2016 yang diikuti oleh 200 santri se-Kabupaten Probolinggo. (20-21/10).
Acara
Gelar Relawan yang bertempat dipantai wisata pantai bentar Probolinggo, di
tujukan sebagai pembinaan bagi para santri se-Probolinggo agar mereka tangguh,
tanggap dan sigap menghadapi bencana, karena di Probolinngo sendiri rawan di
terjang bencana. Dan Out Bount sendiri di untukkan sebagai pembinaan bagi para
santri melalui gams yang disuguhkan oleh tim Out Bound.
Samu’din
(19) siswa SMA Islam Irtiqoiyah mengaku senang sekali mengikuti gams yang
disuguhkan oleh tim Out Bound tersebut, karena bisa menambah keluarga, teman
dan persaudaraan, akunya.
Terbukti
semua peserta merasa bersemangat dan berpartisipasi mengikuti kegiatan
tersebut, mekipun sekolah dan pondok mereka berbeda. Jalinan hubungan
kekeluargaan di antara mereka seperti sudah akrab sebelum mereka bertemu di
tempat itu,
Saat
Out Bound, peserta tak hanya disuguhkan dengan gams saja. Namun, peserta
dibekali dengan pengarahan dan makna yang terkandung di dalam gams yang di
mainkan oleh seluruh peserta. Hari pertama memang sangat melelahkan dan perlu
tenaga yang ekstra, karena permainan yang dimainkan sangat menantang dan
menyenagkan.
Baru
kemalaman harinya kegiatan di freekan oleh panitia, dan diisi dengan
pementasan seni hadrah Al-Habsyi yang di bawakan oleh tim hadrah salah satu
podok pesantren di Probolinggo. Selain hiburan yang memukau dari seni hadrah,
tempat pelatihan juga sangat mempesona dan mempunyai keunikan tersendiri, yaitu
dipinggir pantai dengan diikuti angin yang berhembus mesra mengiringi alunan
musik yang dibawakan oleh tim hadrah.
Pada
keesokan harinya para pesera lebih ber antusias mengikuti acara tersebut.
Karena acara yang disuguhkan saat itu berupa gams bermain dengan pikiran, yaitu
berkreasi dengan sampah yang di design menjadi alt-alat yang berhubungan dengan
bencana, dan setelah selesai para santri di tuntut untuk mempresentasikan
menurut kelompok masing-masing.
Menurut
Ridho pelatihan ini adalah bentuk perahatian pemkab Probolinggo terhadap para
santri, karena di rumah mereka sendiri rawan akan bencana, yang nantinya mereka
akan menjadi relawan didesanya masing-masing, dan mereka di tuntut untuk
menyampaikan ilmu yang merka dapat kan dari pelatihan itu.
Pelatihan
yang bertema Probolingo tangguh bencan itu, di akhiri dengan ucapan terima
kasih dari BPBD Probolinggo. Dan para santripun di beri persangon oleh panitia
sebesar Rp. 150.000
Komentar
Posting Komentar